Tali kawat adalah salah satu komponen paling penting dalam sistem pengangkatan dan penggulungan. Baik digunakan dalam winch lepas pantai, rig pengeboran, hoist pertambangan, atau peralatan konstruksi, penggulungan tali kawat yang benar pada drum winch sangat penting untuk operasi yang aman dan efisien.
Penggulungan tali kawat umumnya dapat dibagi menjadi penggulungan satu lapis dan penggulungan multi-lapis. Penggulungan satu lapis relatif mudah dikontrol, sementara penggulungan multi-lapis sering menyebabkan masalah seperti persilangan tali, pembebanan yang tidak merata, dan penghancuran tali.
Untungnya, solusi rekayasa telah dikembangkan untuk mengatasi masalah ini.
Pola penggulungan tali kawat yang ideal dimulai dari salah satu ujung drum. Saat drum berputar, setiap lilitan tali harus terletak rapi di sebelah lilitan sebelumnya. Ketika tali mencapai flensa drum, ia mulai membentuk lapisan berikutnya.
Namun, ketika beberapa lapisan tali digulung pada drum, lapisan atas dapat menekan lapisan bawah. Jika tali bersilangan pada sudut, tekanan menjadi terkonsentrasi dan dapat merusak struktur tali.
Untuk alasan ini, drum winch beralur banyak digunakan untuk memandu tali kawat selama penggulungan.
Alur heliks menyerupai spiral kontinu yang mirip dengan ulir sekrup. Desain ini membantu memandu tali kawat dengan mulus melintasi permukaan drum selama lapisan penggulungan pertama.
Namun, ketika tali mencapai flensa dan mulai membentuk lapisan kedua, tali secara alami bersilangan dengan lapisan bawah pada sudut. Hal ini menciptakan tekanan yang tidak merata pada tali.
Oleh karena itu, drum beralur heliks umumnya cocok untuk aplikasi penggulungan satu lapis.
Untuk mengatasi masalah penggulungan multi-lapis, seorang insinyur Amerika Frank LeBus mengembangkan sistem pengaluran khusus pada abad ke-20. Sistem ini kemudian dikenal sebagai Sistem Drum Beralur Lebus.
Berbeda dengan alur spiral, alur Lebus terdiri dari bagian paralel dan bagian persilangan. Di sebagian besar lingkar drum, alur tetap sejajar dengan flensa drum.
Desain ini memungkinkan lapisan tali atas duduk secara alami di alur yang dibentuk oleh lapisan bawah. Akibatnya, persilangan tali hanya terjadi di sebagian kecil drum.
Biasanya:
Hal ini sangat meningkatkan distribusi beban antar lapisan tali. Uji lapangan menunjukkan bahwa sistem ini dapat meningkatkan masa pakai tali kawat hingga 500%.
Faktor penting lainnya dalam penggulungan tali kawat adalah sudut fleet, yaitu sudut antara tali yang keluar dari drum dan sheave pertama.
Untuk sebagian besar drum beralur Lebus, sudut fleet yang direkomendasikan adalah: 0,5° - 1,5°
Dalam kasus di mana sudut fleet melebihi kisaran yang direkomendasikan, kompensator sudut fleet dapat dipasang.
Dalam banyak aplikasi, mengganti seluruh drum bisa mahal. Solusi yang hemat biaya adalah penggunaan split sleeve LBS. Drum halus dapat dilengkapi dengan split sleeve yang dibaut atau dilas yang berisi pola alur Lebus. Sleeve ini biasanya diproduksi dalam dua bagian agar mudah dipasang.
Keuntungan meliputi:
Penggulungan tali kawat yang tepat sangat penting untuk operasi sistem winch yang aman dan efisien. Sementara drum beralur spiral cocok untuk penggulungan satu lapis, drum beralur Lebus memberikan solusi paling andal untuk aplikasi penggulungan multi-lapis.
Dengan desain drum yang tepat, sudut fleet yang benar, dan sleeve beralur berkualitas tinggi, operator dapat secara signifikan meningkatkan masa pakai tali, mengurangi biaya perawatan, dan meningkatkan keselamatan operasional.
Kontak Person: Ms. Wang
Tel: +8613315131859